DVB-T2

DVB-T2 adalah singkatan untuk "Digital Video Broadcasting – Second Generation Terrestrial" itu adalah ekstensi dari standar televisi DVB-T, yang dikeluarkan oleh konsorsium DVB, dirancang untuk transmisi siaran televisi terrestrial digital. DVB telah distandarisasi oleh ETSI.

Indonesia mengunakan standar penyiaran TV digital berbasis teknologi DVB-T2, Standard ini diadopsi Indonesia sejak 2012, menggantikan standard DVB-T (2007) sebagai standard penyiaran TV Digital terestrial penerimaan tetap free-to-air atau tidak berbayar.

Salah satu keunggulan DVB-T2 dibandingkan dengan siaran TV analog pada pemanfaatan spektrum frekuensi radio sebagai sumber daya alam yang sangat terbatas. Pada sistem penyiaran TV analog, satu kanal frekuensi digunakan untuk menyalurkan satu program siaran TV. Sementara pada sistem penyiaran digital DVB-T2, satu kanal frekuensi mampu membawa hingga 12 program siaran standard definition (SDTV). Artinya, terjadi inefisiensi penggunaan spektrum frekuensi radio pada sistem analog. Sebaliknya, terdapat optimalisasi pemanfaatan kanal frekuensi pada sistem digital.

Sistem ini mentransmisikan audio terkompresi digital, video, dan data lain dalam "pipa lapisan fisik" ​​(PLP), menggunakan modulasi OFDM dengan pengkodean saluran bersambung dan penyisipan. Bit rate yang ditawarkan lebih tinggi, sehubungan dengan pendahulunya DVB-T, membuat sistem cocok untuk membawa sinyal HDTV pada saluran TV terestrial (meskipun banyak lembaga penyiaran masih menggunakan DVB-T biasa untuk tujuan ini).

Pada 2014 itu diimplementasikan dalam siaran di Britania Raya (Freeview HD, delapan saluran di dua multipleks, ditambah multipleks tambahan di Irlandia Utara membawa tiga saluran SD), Italia (Europa 7 HD, dua belas saluran), Finlandia (21 saluran, lima dalam HD), Swedia (lima saluran),[1][2] Flandria (18 saluran SD), Serbia (sepuluh versi SD dan HD dari saluran penyiaran publik RTS),[3] Ukraina (32 saluran SD dan HD dalam empat multipleks nasional), Kroasia (dua multipleks TV berbayar), Denmark, dan beberapa negara lain.

Comments are closed